Model Pembelajaran ASSURE

A. Konsep Dasar ASSURE
Sekarang ini,para pengajar atau guru dihadapkan dengan tantangan bagaimana cara mengajar degan baik dan bisa diterima baik oleh para muridnya. Tentu saja ini bukan tantangan ringan,karena tiap pengajar dari tiap daerah mempunyai kelebihan dan kekurangan dari berbagai aspek pendidikan,entah itu fasilitasnya,jenis muridnya, dan lain-lain. Pengajar juga harus mempunyai strategi yang jitu untuk setidaknya membuat pengajaran menjadi mudah dan bisa diterima oleh siswa,karena sulit membuat pengajaran bisa diterima oleh semua siswa.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas perlu adanya perencanaan yang efektif. Perencanaan yang efektif harus dimulai dengan perencanaan sistematik. Salah satu model yang ditawarkan sebagai langkah-langkah dalam proses perencanaannya adalah model ASSURE.
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Dengan model ini diharapkan kita dapat memilih jenis media yang tepat dalam proses pembelajaran (walaupun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan pada konteks yang lain).
B. Makna ASSURE
1. Analyze Learners (Menganalisa Pembelajar)
Langkah pertama adalah meng analisa peserta didik. Menurut Heinich et Al, jika sebuah media pembelajaran ingin digunakan dengan baik harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, isi dari pelajaran yang akan dibuatkan media-nya, serta media dan bahan pelajaran itu sendiri.

Ada 3 hal yang semestinya diperhatikan dalam menganalisa pembelajar
a. General Charateristics (Karakteristik Umum)
b. Specific entry competencies (Spesifikasi Kemampuan Awal)
c. Learning Style (Gaya Belajar)

2. State Objectives (Menyatakan Tujuan)
Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika menentukan tujuan pembeljaran baik berdasarkan buku atau kurikulum. Tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. Menyatakan tujuan harus difokuskan kepada pengetahuan, kemahiran, dan sikap yang baru untuk dipelajari.
3. Select Methods, Medias, and Material
Yang perlu digarisbawahi dalam point ini adalah bahwa tidak ada satu metode yang lebih dari metode yang lain dan tidak ada satu metode yang dapat menyenangkan/menjawab kebutuhan pembelajar secara seimbang dan menyeluruh.
Heinich et al. (2005) menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode, bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran, dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan.

4. Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Bahan-bahan dan Media)
Langkah selanjutnya adalah menggunakan media dan bahan-bahan oleh siswa dan guru. Prosedur penggunaan yang direkomendasikan adalah berdasarkan penelitian yang ektensif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media dan bahan antara lain adalah menyiapkan Bahan, menampilkan Bahan-bahan, menyiapkan Lingkungan, menyiapkan Siswa, memberi Pengalaman Belajar
5. Require Learner Participation (Partisipasi Pelajar)
Keterlibatan pembelajar sangatlah penting, oleh karena itu kegiatan kegiatan seberti diskusi, analisis masalah, presentasi, serta diskusi baik secara kelompok atau perorangan sangat lah membantu.
6. Evaluate and Review (Penilaian dan Revisi)
Evaluasi dan mereview adalah hal yang lazim dilakukan untuk melihat seberapa jauh media dan teknologi yang kita pilih/gunakan telah mencapai tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya. Dari hasil evaluasi akan timbul pertanyaan; apakah media dan teknologi yang kita pilih tetap bisa digunakan, dimodifikasi, ataupun tidak digunakan sama sekali. Dari kegiatan ini pula kita bisa merancang atau merencanakan metode dan media yang lebih tepat untuk kegiatan berikutnya
C. Kelebihan dan Kekurangan Model ASSURE
Model ASSURE memilik beberapa kelebihan walaupun masih memiliki beberapa kekurangan,

secara umum keunggulan modek ASSURE adalah
– Lebih banyak komponennya dibandingkan dengan model materi ajar. Komponen tersebut di anataranya analisis pebelajar, rumusan tujuan pembelajar, strategi pembelajar, sistem penyampaian, penilaian proses belajar dan penilaian belajar.

- sering di adakan pengulangan kegiatan dengan tujuan Evaluate and Review. selain itu model ini mengedepankan pembelajar, ditinjau dari proses belajar, tipe belajar, kemampuan prasyarat.
– Turut mengutamakan partisipasi pembelajar dalam Poin Require Learner Participation, sehingga di adakan pengelompokan-pengelompokan kecil seperti pengelompokan pebelajar menjadi belajar mandiri dan belajar tim dll. Serta penugasan yang bertujuan untuk memicu keaktifitasan peserta didik
– menyiratkan untuk para guru untuk menyampaikan materi dan mengelola kegiatan kelas
-pada poin Select methods Media and Materials serta Utilize Media and Materials membuat guru atau pendidik aktif untuk menemukan dan memanfaatkan, bahan dan media yang tepat dan memanfaatkan secara optimal media yang telah ada
– model ini dapat diterapkan sendiri oleh guru
Adapun kekurangan Model ASSURE
1. tidak mencakup suatu mata pelajaran tertentu
2. Walau komponen relatif banyak, namun tidak semua komponen desain pembelajaran termasuk di dalamnya.

Referensi:

http://tpers.net/2008/05/model-assure-rowntree-by-hikmah-karim/

http://www.tkplb.org/documents/etraining-media%20pembelajaran/3.Konsep_Dasar_Desain_Pembelajaran.pdf

The Assure Model, Chapter 3: Instructional Media and Technologies for Learning

http://ayahalby.wordpress.com/2011/02/23/model-pengembangan-perangkat-pembelajaran/

http://www.tkplb.org/documents/etraining-media%20pembelajaran/3.Konsep_Dasar_Desain_Pembelajaran.pdf

Harap Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s