FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME

Filsafat Realisme >< Filsafat Idealisme

  1. - Realisme adalah aliran filsafat yang berkeyakinan bahwa objek indera kita adalah riil atau sungguh-sungguh nyata adanya.

-          Realisme berkeyakinan bahwa alam semesta hakikatnya berdiri sendiri diluar pikiran manusia (objektif).

-          Penekanan filsuf Realisme adalah kepada dunia luar yang berdiri sendiri.

  1. 3 jenis Realisme:
  • Realisme Mekanis
  • Realisme Objektif
  • Realisme Pluralistik
  1. KONSEP FILSAFAT UMUM
    1. Metafisika

Hakikat Realitas. Menurut filsuf Realisme bahwa dunia terbuat dari sesuatu yang nyata, substansial dan material yang hadir dengan sendirinya (entity). Dalam alam tersebut terdapat hukum-hukum (hukum-hukum alam) yang menentukan keteraturan dan keberadaan setiap yang hadir dengan sendirinya dari alam itu sendiri. (Callahan and Clark, 1983).

  1. Hakikat Manusia. Manusia dan masyarakat adalah bagian dari alam. Tugas dan tujuan manusia adalah menyesuaikan diri terhadap hukum alam serta terhadap masyarakat dan kebudayaannya.
  2. B. Epistemologi (Hakikat tentang pengetahuan)

Ketika lahir, jiwa/pikiran manusia adalah kosong.

ilustrasi

 

 

Pengetahuan diperoleh manusia bersumber dari pengalaman.

  1. Realisme menganut “prinsip independensi” yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia tentang realitas tidak dapat mengubah substansi atau esensi realitas karena sebuah realitas bersifat objektif. Kebenaran pengetahuan diuji kesesuaiannya dengan fakta di dalam dunia material atau pengalaman dria. Teori ini dikenal sebagai Teori Korespondensi.
  2. C. Aksiologi (Hakikat Nilai)

Karena manusia adalah bagian dari alam, maka manusia harus tunduk kepada hukum-hukum alam. “Tingkah laku manusia diatur oleh hokum alam, dan pada tingkat yang lebih rendah diuji melalui konvensi atau kebiasaan , dan adat istiadat di dalam masyarakat.” (Edward J. Power)

  1. “Nilai-nilai individual dapat diterima apabila sesuai dengan nilai-nilai umum masyarakatnya. Pendapat umum masyarakat merefleksikan status quo realitas masyarakat; dank arena realitas masyarakat merepresentasikan kebenaran yang adalah ke luar dari mereka sendiri, serta melebihi pikiran, maka hal itu berguna sebagai suatu standar untuk menguji validitas nilai-nilai individual.” (Callahan and Clark, 1983).
  2. IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN
    1. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan realisme adalah untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya serta mampu melaksanakan tanggung jawab sosial.

  1. B. KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum harus berisi pengetahuan dan nilai-nilai esensial agar siswa dapat menyesuaikan diri baik dengan lingkungan alam, masyarakat, dan kebudayaannya.

  1. Menurut filsuf Realisme, kurikulum pendidikan seharusnya meliputi:
  • Sains/ilmu pengetahuan alam dan matematika
  • Ilmu kemanusiaan dan ilmu-ilmu social
  • Nilai-nilai
  1. Pegetahuan tentang alam memungkinkan umat manusia untuk dapat menyesuaikan diri serta tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alamnya.

Ilmu kemanusiaan diperlukan setiap individu untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosialnya.

  1. C. METODE PENDIDIKAN

Metode mengajar yang disarankan para filsuf Realisme bersifat otoriter. Guru mewajibkan para siswa untuk dapat menghafal, menjelaskan,dan membandingkan fakta-fakta; menginterpretasi hubungan-hubungan, dan mengambil kesimpulan makna-makna baru.

  1. Evaluasi

Tes perlu sering dilakukan menggunakan metode objektif untuk dapat mengukur secara tepat pemahaman siswa tentang materi yang dianggap esensial.

  1. Evaluasi

    Ganjaran/Reward

    Penguatan/ Reinforces

 

 

 

 

 

Penting bagi guru untuk memberikan ganjaran terhadap setiap siswa yang yang mencapai sukses dan memberikan penguatan (reinforces) atas apa yang seharusnya dipelajari.

  1. PERANAN GURU DAN SISWA

Peranan Guru:

  • Penentu materi pelajaran
  • Menggunakan minat siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran
  • Mendisiplinkan siswa melalui ganjaran dan prestasi
  • Mengendalikan perhatian siswa
  • Membuat siswa aktif

(Callahan and Clark, 1983)

  1. Peranan Siswa:
  • Menguasai pengetahuan
  • Taat pada aturan dan berdisiplin, sebab aturan yang baik sangat diperlukan untuk belajar, disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk berbagai tingkat keutamaan. (Edward J. Power, 1982).

 

About these ads

Harap Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s