puisi

Tak seorang pun yang menanggapinya
Orang berkata dia terlalu tolol
Tutur katanya bagai kakek tua yang bangkit dari peranduan
Tak mempunyai isi , tak mempunyai makna..

“Zaman telah modern bung” sapa teman nya
“Ini adalah dunia dimana kita bisa berbicara dengan semua orang hanya dengan satu bahasa”

Dia diam,.
Menunduk kepalanya sambil berkata
“maaf kawan, aku terlahir dari keluarga desa, aku mempunyai budaya dan tata kerama”

Semua terdiam, termenung mencari makna.

Aku sadari bahwa aku memang tolol
Aku tak sehebat kalian yang bisa berbicara dengan lantang tanpa memikirkan perasaan lawan.
Aku adalah aku
Aku bangga akan logat kemayu ku
Aku bangga akan kesederhanaan tutur kata ku.
Karena aku menghargai budaya bangsa ku.

Harap Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s